Desil Kuwi Opo? Ganjar Pranowo Menyela Sudirman Said di Debat Pilgub dengan Desil.

Membahas debat Pilgub Jateng putaran pertama 20 April 2018 lalu, tidak dari sisi substansi tapi dari pernik-pernik kejadian akan lebih menarik, lagipula masih lebih banyak yang lebih kompeten. Kita bicarakan tentang desil, mungkin banyak yang luput memperhatikan tapi ini menarik. Mohon maaf kepada para calon gubernur seandainya ada salah penafsiran, semata-mata untuk memperkaya khasanah berpikir kita.
Kita mulai saat p Dirman mengatakan "4.5 juta rakyat miskin kita itu, dua setengah diantaranya sangat miskin". Pak Dirman katakan lalu menunjukkan jari ke penonton seolah berkata bagaimana itu...?
P Ganjar dengan meledek karena sebelumnya dia ngaku nggak pinter baca data justru bertanya "itu desil berapa Gus?"
Nggak nyangka kalau angkanya diledek p Dirman mengulang dengan "2.2 juta ituada yang sangat miskin, artinya...", lalu dipotong p Ganjar "itu desil berapa itu.. "
Masih gak nyangka dapat pertanyaan yang mungkin tidak terpikirkan p Dirman balik bertanya "kenapa?"
Dijawab "itu desil berapa?"
"Itu desil keempat yang kemudian ternyata angka-angka panjenengan itu selama 5 tahun terakhir yang menjadi semakin miskin menjadi semakin banyak.."
"nggak itu desil berapa dan berapa?, kalau ingat, lupa nggak pa pa... "
Sementara itu p Dirman masih bicara..
"saya mau cipta..."
Lalu terpaksa menjawab soal pertanyaan 'ingat' "saya tidak ingat..."
Dan seterusnya p Ganjar meledek, silahkan ditonton sendiri.
Terlepas "gangguan" yang dilakukan p Ganjar mestinya tidak boleh dilakukan karena sudah diutarakan moderator sebelumnya (moderator juga larut rupanya sehingga terlambat menghentikannya) ungkapan desil ini rupanya bikin banyak orang bengong dan bingung.
Termasuk saya yang menonton juga gak ngeh apa ini, kok bicara per sepuluhan?
Btw pemikiran saya sederhana saja beberapa debat tidak resmi sebelumnya barangkali p Ganjar merasa agak kurang siap dengan data sehingga debat kali ini beliau siapkan data dan belajar tentang data sampai ke istilah desil itu. P Dirman pun pasti gak pernah mikir datanya di desil berapa... ha ha.
Desil adalah istilah yang banyak dipakai dalam statistik yaitu seper sepuluh. Sama dengan persen yang seper seratus. Satu desil berarti satu per sepuluh, atau 10 persen atau 10 per 100. Lalu kenapa p Ganjar tanya desil berapa? Karena para statistikawan menyatakan data mereka, juga saat bicara data kemiskinan dengan mengelompokkan data dalam desil ke satu sampai desil kesekian, artinya dari 10 persen termiskin ke 10 persen paling kaya dari yang miskin. Desil seolah menjadi eufimisme dari ungkapan sangat miskin. Apakah selalu desil satu sangat miskin? Tidak juga kalau batas kemiskinan 6 persen maka hanya sebagian saja yang miskin (60 persen dari desil satu) dan justru belum tentu sangat miskin. Angel ya? He he.
Nah kalau p Dirman pakai data 4.5 juta miskin atau masih sekitar 12an persen miskin sudah jelas desil satu itu kelompok miskin, dan masih sebagian desil dua juga miskin. Lha kok nanya desil berapa? Ya itu tanya p Ganjar, mungkin karena yakin p Dirman bakal bingung njawabnya bisa juga... ha ha. Dan terbukti membuat p Dirman jadi kurang konsen menjawab pertanyaan.
Btw itu sebetulnya memang tidak terlalu relevan ditanyakan karena umumnya orang bicara persen bukan desil (kecuali statistikawan atau yang sedang getol mempelajari statistik).
Kalau masih mau nekat tanya juga pakai desil barangkali berapa desil penduduk Jawa Tengah yang masih miskin? Berapa jawabannya? Ya itu, anda benar... Semoga Jateng semakin makmur dan berkurang rakyat miskinnya.