Share Everything, Anything, Anytime, Anywhere


Salam,

Selamat Datang di ekowaluyo.com.
Mari berbagi apa saja di dunia maya untuk kemaslahatan bersama.

Wassalam,

Eko Waluyo

Foto Pengukuhan

Foto Pengukuhan Atas berkat rahmat Alloh SWT, pengukuhan doktor ekonomi telah dilakukan di Universitas Merdeka Malang tanggal 4 April 2007 pukul 10,00 WIB sampai selesai.

Jokowi Naik Moge di Asian Games 2018

Jokowi Naik Moge: https://www.youtube.com/playlist?list=PLN2TlA2g1uk6eOtvtaOcpbAntbaeKTyXY

Bahkan Sandiaga Uno pun bilang keren. Jadi siapa yang bilang Asian Games 2018 gak keren..

Dramatikal Deklarasi Capres dan Cawapres 2019. Dramatis!

Walau tidak berkesan hiruk pikuk, koalisi pengusung Jokowi akhirnya memilih Ma'ruf Amin ketimbang Mahfud MD, dan dramatis. Betapa tidak? Sudah jahit baju, kirim CV dan menunggu di restoran dekat tempat deklarasi eh... Gak jadi.
Yang terkesan hiruk pikuk namun penuh kemantapan dilakukan Prabowo dengan memilih Sandiaga Uno, meminjam istilah Sudirman Said, punya daya saing: segar, muda santun... Ada dramatisnya juga karena lalu ada yang ragu berkoalisi walau tadinya bilang tanpa syarat.

Boleh (Nggak) Bangga Bersekolah di Sekolah Favorit?

Menuliskan tentang hal ini sebetulnya sangatlah berat. Cuma jadi terusik saat pejabat tinggi yang baru lulus ujian persamaan SMA dibanggakan koleganya (bukan yang bersangkutan ya...) sebetulnya pernah mengenyam pendidikan SMA (Favorit). Jadi sebenarnya sekolah favorit itu membanggakan nggak sih? Atau tepatnya bersekolah di sekolah favorit berkorelasi dengan kompetensi nggak sih? Sekalian menyambut hari pertama masuk sekolah, mari kita bicara tentang sekolah favorit.

Popular di Medsos akan Menang di Jateng?

Menjadi follower medsos dari kedua calon gubernur Jateng jadi tahu mana yang paling aktif bermedsos dan mana yang cuma kalau sedang merasa perlu saja nongol di medsos. Kok gak militan sih, ngapain mesti follow dua2nya? Ya kenapa juga harus ekstrim, justru follow mereka berdua jadi tahu dan bisa lebih selektif memilih yang dipandang terbaik.
Btw, terkait judul sepertinya kok gak akan mempengaruhi persepsi pemilih. Kenapa? Kan katanya bisa membimbing hati nurani untuk memilih yang terbaik? Yang jadi rujukan para followers itu betul tapi mempengaruhi persepsi rakyat Jateng kok tidak. Bagaimana reasoningnya?

Yang Lucu-lucu Saat Mudik

Menikmati kelucuan digambarkan bisa mengendorkan syaraf yang tegang. Tertawa bisa memperpanjang umur kata beberapa motivator. Jadi inget hasil pemeriksaan lemak darah bulan lalu, semua baik kecuali HDL, kurang tiga point dari batas bawah. Tadinya mikir apa kurang makanan bergizi yang mengandung Omega3, eh gak tahunya (kata motivator lagi) karena kurang tertawa... ha ha.
Jadi karena mau ngomongin yang lucu-lucu ya gak usah nulis yang bisa bikin tegang pikiran. Yang paling membekas itu lelucon jangan lupa punya kampung halaman kalau mudik.

Yuk Lihat Para Calon Wakil Gubernur Jawa Tengah 2018

Memang di luar nalar kalau disaat pilgub yang diperhatikan justru para calon wakil gubernur. Sing umum ki yo ndelok gubernur-e, begitu pasti anda para pembaca bergumam... ????. Kalau kita memperhatikan para calon gubernur analisis tentang mereka sudah sangat banyak, semua sudah menguliti sehingga kalau mau dibahas lagi jangan-jangan nanti malah redundant.

Solusi Lapar di Kantor Gubernur Jateng

Tulisan kali ini bukan soal Pilgub atau pilih siapa tapi pilih apa yang bisa buat solusi atasi lapar di seputar kantor Gubernur Jateng. Jadi siapapun Gubernur Jatrng di 2018 baik itu paslon 1 Ganjar-Yasin maupun paslon 2 Sudirman-Ida Insyaa Allah dua-duanya akan jafi pelanggan Warung Gayeng. Gubernur Ganjar Pranowo bahkan sudah pelanggan yang sudah memesan solusi lapar di Warung Gayeng. Walau kalau pesan sendiri langsung bisa dihitung jari... :), tapi kalau teman-teman di protokol cukup sering.

Desil Kuwi Opo? Ganjar Pranowo Menyela Sudirman Said di Debat Pilgub dengan Desil.

Membahas debat Pilgub Jateng putaran pertama 20 April 2018 lalu, tidak dari sisi substansi tapi dari pernik-pernik kejadian akan lebih menarik, lagipula masih lebih banyak yang lebih kompeten. Kita bicarakan tentang desil, mungkin banyak yang luput memperhatikan tapi ini menarik. Mohon maaf kepada para calon gubernur seandainya ada salah penafsiran, semata-mata untuk memperkaya khasanah berpikir kita.

Wong Jateng Milih Sinten?

Keseharian mengelola Televisi Lokal menjadikan fenomena pemilihan kepala daerah serentak mau tak mau menjadi sesuatu yang harus diperhatikan. Dari tetamu yang telah bersedia rawuh ke TVKU di acara Potret tidak ada satupun yang punya niat kurang baik, semua berniat baik membangun Jawa Tengah dengan mengambil kesempatan menjadi Gubernur maupun Wakil Gubernur. Jadi pertanyaan dalam judul di atas jawabannya boleh siapa saja karena semuanya bertujuan baik.
Bertujuan baik saja ternyata tidak cukup, masih harus dibarengi ijin atau rekomendasi partai politik dan puncaknya dipilih oleh rakyat. Sejauh ini relatif belum ada calon yang mendapat rekomendasi dan berhak mendaftar Cagub Jateng. Baru Sudirman Said, mantan Menteri ESDM yang telah mendapatkan rekomendasi dari Gerindra, PAN dan PKS serta PPP (Jan Fariz). Rekomendasi buat pak Dirman pun belum bisa didaftarkan karena masih harus ditemukan siapa bakal calon wakil gubernurnya.
Gubernur incumbent bahkan belum bisa tahu masih bisa mencalonkan diri lagi atau tidak. Memperhatikan fenomena ini maka pertanyaan dalam judul jadi belum bisa mendapatkan jawaban.
Lha njur sinten?

Syndicate content