Blogs

Medali Asian Games 2018

Berawal dari sulit nyari info perolehan medali Asian Games 2018, ternyata situsnya memang kurang terkenal jadi pencarian harus detail sampai sebutkan official website baru ketemu, maka pengin nulis dan kalau bisa bantu update perolehan medali yang tercantum di Asian Games 2018 dan Indonesia tercatat ranking 4 dengan 98 medali dengan 31 emas 24 perak dan 43 perunggu.
Berikut tangkapan gambar akhir perolehan medali melalui Apps Asian Games 2018

Waspada Penipuan di Portal Belanja

Pernah dapat detail barang di Online Shop seperti ini: "AssalamuAlaikum Warahmatulahi Wabarakatuh* (PROMO CUCI GUDANG, PROMO DISKON terbesar [BURUAN BELI STOCK TERBATAS] Jika Serius Berminat Langsung Saja Hubungi : - WhatsApp : (0813 44I6 6***) Karena Kami Disini Tdk Melayani Pembelian Melalui L*****. * Semua Produk Yang Kami Tawarkan 100% Baru,Original Dan Masih Bersegel." Waspadalah. Meski belum pernah mencoba tapi sangat besar peluang yang seperti ini adalah aksi tipu-tipu.

Dramatikal Deklarasi Capres dan Cawapres 2019. Dramatis!

Walau tidak berkesan hiruk pikuk, koalisi pengusung Jokowi akhirnya memilih Ma'ruf Amin ketimbang Mahfud MD, dan dramatis. Betapa tidak? Sudah jahit baju, kirim CV dan menunggu di restoran dekat tempat deklarasi eh... Gak jadi.
Yang terkesan hiruk pikuk namun penuh kemantapan dilakukan Prabowo dengan memilih Sandiaga Uno, meminjam istilah Sudirman Said, punya daya saing: segar, muda santun... Ada dramatisnya juga karena lalu ada yang ragu berkoalisi walau tadinya bilang tanpa syarat.

Boleh (Nggak) Bangga Bersekolah di Sekolah Favorit?

Menuliskan tentang hal ini sebetulnya sangatlah berat. Cuma jadi terusik saat pejabat tinggi yang baru lulus ujian persamaan SMA dibanggakan koleganya (bukan yang bersangkutan ya...) sebetulnya pernah mengenyam pendidikan SMA (Favorit). Jadi sebenarnya sekolah favorit itu membanggakan nggak sih? Atau tepatnya bersekolah di sekolah favorit berkorelasi dengan kompetensi nggak sih? Sekalian menyambut hari pertama masuk sekolah, mari kita bicara tentang sekolah favorit.

Popular di Medsos akan Menang di Jateng?

Menjadi follower medsos dari kedua calon gubernur Jateng jadi tahu mana yang paling aktif bermedsos dan mana yang cuma kalau sedang merasa perlu saja nongol di medsos. Kok gak militan sih, ngapain mesti follow dua2nya? Ya kenapa juga harus ekstrim, justru follow mereka berdua jadi tahu dan bisa lebih selektif memilih yang dipandang terbaik.
Btw, terkait judul sepertinya kok gak akan mempengaruhi persepsi pemilih. Kenapa? Kan katanya bisa membimbing hati nurani untuk memilih yang terbaik? Yang jadi rujukan para followers itu betul tapi mempengaruhi persepsi rakyat Jateng kok tidak. Bagaimana reasoningnya?

Yang Lucu-lucu Saat Mudik

Menikmati kelucuan digambarkan bisa mengendorkan syaraf yang tegang. Tertawa bisa memperpanjang umur kata beberapa motivator. Jadi inget hasil pemeriksaan lemak darah bulan lalu, semua baik kecuali HDL, kurang tiga point dari batas bawah. Tadinya mikir apa kurang makanan bergizi yang mengandung Omega3, eh gak tahunya (kata motivator lagi) karena kurang tertawa... ha ha.
Jadi karena mau ngomongin yang lucu-lucu ya gak usah nulis yang bisa bikin tegang pikiran. Yang paling membekas itu lelucon jangan lupa punya kampung halaman kalau mudik.

Yuk Lihat Para Calon Wakil Gubernur Jawa Tengah 2018

Memang di luar nalar kalau disaat pilgub yang diperhatikan justru para calon wakil gubernur. Sing umum ki yo ndelok gubernur-e, begitu pasti anda para pembaca bergumam... ????. Kalau kita memperhatikan para calon gubernur analisis tentang mereka sudah sangat banyak, semua sudah menguliti sehingga kalau mau dibahas lagi jangan-jangan nanti malah redundant.

Desil Kuwi Opo? Ganjar Pranowo Menyela Sudirman Said di Debat Pilgub dengan Desil.

Membahas debat Pilgub Jateng putaran pertama 20 April 2018 lalu, tidak dari sisi substansi tapi dari pernik-pernik kejadian akan lebih menarik, lagipula masih lebih banyak yang lebih kompeten. Kita bicarakan tentang desil, mungkin banyak yang luput memperhatikan tapi ini menarik. Mohon maaf kepada para calon gubernur seandainya ada salah penafsiran, semata-mata untuk memperkaya khasanah berpikir kita.

Wong Jateng Milih Sinten?

Keseharian mengelola Televisi Lokal menjadikan fenomena pemilihan kepala daerah serentak mau tak mau menjadi sesuatu yang harus diperhatikan. Dari tetamu yang telah bersedia rawuh ke TVKU di acara Potret tidak ada satupun yang punya niat kurang baik, semua berniat baik membangun Jawa Tengah dengan mengambil kesempatan menjadi Gubernur maupun Wakil Gubernur. Jadi pertanyaan dalam judul di atas jawabannya boleh siapa saja karena semuanya bertujuan baik.
Bertujuan baik saja ternyata tidak cukup, masih harus dibarengi ijin atau rekomendasi partai politik dan puncaknya dipilih oleh rakyat. Sejauh ini relatif belum ada calon yang mendapat rekomendasi dan berhak mendaftar Cagub Jateng. Baru Sudirman Said, mantan Menteri ESDM yang telah mendapatkan rekomendasi dari Gerindra, PAN dan PKS serta PPP (Jan Fariz). Rekomendasi buat pak Dirman pun belum bisa didaftarkan karena masih harus ditemukan siapa bakal calon wakil gubernurnya.
Gubernur incumbent bahkan belum bisa tahu masih bisa mencalonkan diri lagi atau tidak. Memperhatikan fenomena ini maka pertanyaan dalam judul jadi belum bisa mendapatkan jawaban.
Lha njur sinten?

Kesaktian Ramuan Anti Plak Jantung dibanding obat farmasi

Sepulang dari masjid buka WA, sahabatku yang sudah dua kali masa jabatan dekan di FKES berkabar kalau suaminya 71 tahun dipundhut Yang Maha Kuasa. Di Facebook dua hari sebelumnya teman-teman upload foto mereka HBH di rumahnya dan almarhum masih terlihat berfoto bersama. Setelah kujenguk di rumahnya yang hanya berjarak 200 meter ternyata sore sebelum meninggal masih praktek (spesialis THT di rumah sakit seputar Candi). Itu semua menggambarkan betapa kematian adalah rahasia Illahi.

Syndicate content