Blogs

Yuk Lihat Para Calon Wakil Gubernur Jawa Tengah 2018

Memang di luar nalar kalau disaat pilgub yang diperhatikan justru para calon wakil gubernur. Sing umum ki yo ndelok gubernur-e, begitu pasti anda para pembaca bergumam... ????. Kalau kita memperhatikan para calon gubernur analisis tentang mereka sudah sangat banyak, semua sudah menguliti sehingga kalau mau dibahas lagi jangan-jangan nanti malah redundant.

Desil Kuwi Opo? Ganjar Pranowo Menyela Sudirman Said di Debat Pilgub dengan Desil.

Membahas debat Pilgub Jateng putaran pertama 20 April 2018 lalu, tidak dari sisi substansi tapi dari pernik-pernik kejadian akan lebih menarik, lagipula masih lebih banyak yang lebih kompeten. Kita bicarakan tentang desil, mungkin banyak yang luput memperhatikan tapi ini menarik. Mohon maaf kepada para calon gubernur seandainya ada salah penafsiran, semata-mata untuk memperkaya khasanah berpikir kita.

Wong Jateng Milih Sinten?

Keseharian mengelola Televisi Lokal menjadikan fenomena pemilihan kepala daerah serentak mau tak mau menjadi sesuatu yang harus diperhatikan. Dari tetamu yang telah bersedia rawuh ke TVKU di acara Potret tidak ada satupun yang punya niat kurang baik, semua berniat baik membangun Jawa Tengah dengan mengambil kesempatan menjadi Gubernur maupun Wakil Gubernur. Jadi pertanyaan dalam judul di atas jawabannya boleh siapa saja karena semuanya bertujuan baik.
Bertujuan baik saja ternyata tidak cukup, masih harus dibarengi ijin atau rekomendasi partai politik dan puncaknya dipilih oleh rakyat. Sejauh ini relatif belum ada calon yang mendapat rekomendasi dan berhak mendaftar Cagub Jateng. Baru Sudirman Said, mantan Menteri ESDM yang telah mendapatkan rekomendasi dari Gerindra, PAN dan PKS serta PPP (Jan Fariz). Rekomendasi buat pak Dirman pun belum bisa didaftarkan karena masih harus ditemukan siapa bakal calon wakil gubernurnya.
Gubernur incumbent bahkan belum bisa tahu masih bisa mencalonkan diri lagi atau tidak. Memperhatikan fenomena ini maka pertanyaan dalam judul jadi belum bisa mendapatkan jawaban.
Lha njur sinten?

Kesaktian Ramuan Anti Plak Jantung dibanding obat farmasi

Sepulang dari masjid buka WA, sahabatku yang sudah dua kali masa jabatan dekan di FKES berkabar kalau suaminya 71 tahun dipundhut Yang Maha Kuasa. Di Facebook dua hari sebelumnya teman-teman upload foto mereka HBH di rumahnya dan almarhum masih terlihat berfoto bersama. Setelah kujenguk di rumahnya yang hanya berjarak 200 meter ternyata sore sebelum meninggal masih praktek (spesialis THT di rumah sakit seputar Candi). Itu semua menggambarkan betapa kematian adalah rahasia Illahi.

Gadget Android Lambat, Ayo dibuat Lebih Cepat

Sudah lama tidak menulis. Ade a baiknya menulis biar tidak jadi pelupa. Masalah gadget android lambat sepertinya menjadi masalah kebanyakan pemilik android. Kebetulan membaca My Bunny jadi inget ingin menulis hal yang sama, apalagi kebetulan tips nya sejalan.

Menikmati 4G Rasa BlackBerry

Menikmati 4G Rasa BlackBerry, adalah tulisan ke-4 di Suara Merdeka. Cukup lama menunggu terbit, sampai akhirnya pak Cocong Arif Priyono (kepala Desk Wacana Suara Merdeka) meminta mengurangi hingga 5000 kata namun tak mengubah makna.

Berikut salinannya:

KONEKTIVITAS berteknologi 4G akan terus dikembangkan di Jawa hingga akhir 2015. Apa sebenarnya 4G dan kenapa penulis mengaitkannya dengan BlackBerry?

Bareskrim Berbasis TI

Berikut adalah tulisan ke-3 di harian Suara Merdeka. Bareskrim berbasis TI

MENARIK sekali membaca paparan saran anggota Kompolnas Prof Adrianus Eliasta Meliala PhD MSi MSc untuk posisi Bareskrim Mabes Polri. Dalam pemberitaan sebuah media cetak ia mengajukan delapan saran, yaitu tunduk pada model pemolisian bernuansa pencegahan, jangan bernuansa ”buka warung” namun berorientasi manajerial reskrim di bawahnya, dan mengedepankan kinerja internal dan bukannya ”sibuk” di luar.

#BukanUrusanSaya Mendunia (Maya)

Tulisan berikut adalah naskah asli yang sudah dimuat di Halaman Wacana Suara Merdeka tanggal 7 Januari 2015) Mudah-mudahan bermanfaat dan selalu dalam lindungan-Nya.
Sebuah trending topic (TT) di Twitter selalu ada setiap hari, tapi kalau itu menyangkut tokoh spesial apalagi Presiden maka bisa jadi semakin heboh (di dunia maya). Sebuah hashtag (tanda # disingkat tagar, yang menandai topik) juga bisa lebih heboh karena lamanya bertengger di trending topic. TT bisa untuk seluruh dunia, negara maupun lokasi tertentu. Saat tulisan ini disusun #BukanUrusanSaya menjadi TT di Indonesia hingga hari keenam (walau di urutan 5, dan saat anda baca sekarang, saya yakin sudah tidak lagi TT), sehingga judul di atas harus dimaknai mengIndonesia di dunia maya.

Komunitas Kreatif Pengubah Dunia

... Begitu banyak komunitas yang bergerak tidak hanya secara konvensional tapi sudah secara digital berbasis teknologi informasi, menciptakan perubahan melalui kreasi-kreasi mereka ....

Itu ending wacana di Suara Merdeka 26 Nopember 2014.

Hipertensi? Saya Juga Penderita, 32 Tahun Minum Obat

Kalimat itu yang ngucapin dokter ahli Ginjal senior di Semarang. Waktu itu dari dua kali kunjungan tensi selalu 160 / 90. Setelah cek semua fungsi ginjal dan lemak darah, vonis beliau adalah "Mulai sekarang harus minum obat setiap hari!", Cegluk, rasanya seperti "kloloden klungsu". "Kalau minum obat setiap hari, kalau ginjelnya kena gimana Dok?". "Saya ahli ginjal, tahu ndak saya sudah minum obat yang saya resepkan ke anda 32 tahun!"

Syndicate content