Yuk Lihat Para Calon Wakil Gubernur Jawa Tengah 2018

Memang di luar nalar kalau disaat pilgub yang diperhatikan justru para calon wakil gubernur. Sing umum ki yo ndelok gubernur-e, begitu pasti anda para pembaca bergumam... ????. Kalau kita memperhatikan para calon gubernur analisis tentang mereka sudah sangat banyak, semua sudah menguliti sehingga kalau mau dibahas lagi jangan-jangan nanti malah redundant.
Btw kalau harus jujur, selama hampir 5 tahun ini menjalin hubungan dengan teman-teman Pemprov dari cleaning service, para satpam, para staf, para kasie dan kabag serta beberapa ka biro dan kepala dinas bahkan para staf khusus dan pak Gub dan Wagub mereka semua sudah sangat berusaha dengan sungguh-sungguh mencari solusi yang terbaik bagi Jawa Tengah. Di kalangan teman-teman ini sepertinya mayoritas masih still yakin nggak ganti Gubernur. Ini bukan karena mereka tidak fair atau memihak tetapi karena menurut hitungan mereka pak Gub ki tiada lawan.
Kalau tentang p Dirman, walau baru kenal sejak beliau mulai digadang Gerindra jadi Bacagub, pribadinya terlihat sangat terbuka, hanya saja memang tidak terlalu pandai mengambil hati para penggiat medsos. Namun dari keseharian sangat terkesan beliau sangat concern dengan problem solving dan mempunyai banyak pemikiran terobosan untuk hal-hal yang jarang terpikirkan. Kadang sempat terbersit kenapa mereka (para cagub ini) tidak berpasangan saja.. ????. Pasti p Ganjar semakin tak akan ada lawan. Siapa lalu yang Gubernur? Ah... Gak usah dipikir wong mereka sekarang sudah bersaing.
Kembali ke topik awal...
Membahas para cawagub di sini juga bukan dari rekam jejak, dua-duanya minim jejak digital. Dimulai dari pernyataan-pernyataan mereka di media yang sempat masuk radar manual penulis, Gus Yasin lebih banyak mensupport apa yang pernah dilakukan Gubernur petahana di mana Gus Yasin jadi legislator di Dprd Jateng. Ya sayangnya selama ini Gus Yasin hampir gak pernah kedengaran gaung aktivitas di Jawa Tengah. Gaung aktivitas ini juga sama-sama gak dipunyai oleh mbak Ida yang malah wakil DPRD dari Jawa Timur.
Melihat dari sisi program yang ditawarkan jujur mbak Ida lebih gedhe nilainya. Dia sering bicara kemiskinan dan solusi atasinya, Gus Yasin hanya sibuk menangkis p Ganjar sudah lakukan terbaik sehingga gak ada lagi langkah yang lebih baik. Bicara soal pesantren Gus Yasin bicara pemberdayaan ekonomi pesantren, mbak Ida juga bicara hal yang sama. Kalau soal perempuan, Gus Yasin terlihat belum memunculkan ide signifikan, sementara mbak Ida bertekad ciptakan 1juta lapangan pekerjaan buat perempuan.
Kalau soal penampilan sebetulnya Gus Yasin ok juga, tapi mbak Ida juga gak kalah kalau soal begini, setidaknya sebagai tauladan wanita muslimah yang mapan dan menjadi panutan apalagi kiprahnya sebagai pimpinan fatayat NU.
Melihat dari sisi kesetimbangan partnership dengan calon gubernur sepertinya mbak Ida juga lebih mapan, terutama dari sisi pengambilan peran dan tidak terlalu tergantung dari p Dirman.
Dari sisi leaderhip dan gesture tubuh, terlihat mbak Ida lebih confidence dan lebih bisa mengambil inisiatif.
Melihat sepak terjang dan banyak yang berkeyakinan paslon satu di atas angin, kalau ada apa-apa dengan Gubernur yang nanti terpilih (bisa macam-macam, jadi Memteri misalnya) maka doa kita adalah pasangannya benar-benar mampu berperan menggantikan posisi Gubernur dengan sepadan. Anda tahu siapa seharusnya yang anda pilih... Salam untuk Kesejahteraan Jawa Tengah.