Jepara menuju Cyber Country

Tgl 12 Agustus 2008, saya berkesempatan berbicara di Sekretariat Daerah Kabupaten Jepara di hadapan Forum Komunikasi Informasi dan Kehumasan Jepara. Acara tersebut dimotori oleh para penggiat web http://jeparakab.go.id/ seperti mas Subkhan, Wahyanto, Ekodiono dan Heru. Yang terakhir ini mahasiswa Pasca UDINUS (mudah-mudahan bukan hanya karena nepotisme begini saya bicara di sana ).
Setelah mendengarkan paparan Kabid Data Elektronik, mas Andi Noor Kusuma, tentang rencana implementasi e-Gov di Jepara saya berpendapat kabupaten ini sudah punya arah yang baik menuju pemasyarakatan e-Gov utamanya dalam penyediaan infrastruktur jaringan. Visi Bupati Jepara menjadikan Jepara sebagai cyber country dengan menghubungkan semua stake holder pemerintah kabupaten Jepara harus diikuti dengan apa (content) yang tersedia dalam jaringan komunikasi data tersebut. Jika pemerintah daerah juga harus memfasilitasi koneksi ke internet internasional bagi seluruh lapisan masyarakat, maka bisa bobol anggaran pemerintah daerah. Pengembangan (content) local juga harus dipertimbangkan.
Dari sisi rencana implementasi jaringan menggunakan CANOPY WIRELESS BROADBAND dengan bandwidth up to 45 Mbps maka dengan asumsi pemakaian saat ini pilihan ini sudah cukup tepat dan efisien. Di masa 5 atau 10 tahun yang akan datang, media wireless tentu tidak akan mencukupi backbone traffic yang padat. Jika satu user nantinya membutuhkan 128 kbps (cukupkah?) maka hanya dapat melayani 360 user secara simultan. Pilihan backbone menggunakan FO dengan kapasitas yang hingga Giga bit per second per channel merupakan alternatif yang lebih tepat.
BTW keinginan bupati Jepara membuat rakyatnya terkoneksi internet sungguh sebuah keinginan yang mulia. Mudah-mudahan teman-teman muda di pemerintah daerah kabupaten Jepara dapat menterjemahkannya dengan sukses. Amin.