Dramatikal Deklarasi Capres dan Cawapres 2019. Dramatis!

Walau tidak berkesan hiruk pikuk, koalisi pengusung Jokowi akhirnya memilih Ma'ruf Amin ketimbang Mahfud MD, dan dramatis. Betapa tidak? Sudah jahit baju, kirim CV dan menunggu di restoran dekat tempat deklarasi eh... Gak jadi.
Yang terkesan hiruk pikuk namun penuh kemantapan dilakukan Prabowo dengan memilih Sandiaga Uno, meminjam istilah Sudirman Said, punya daya saing: segar, muda santun... Ada dramatisnya juga karena lalu ada yang ragu berkoalisi walau tadinya bilang tanpa syarat.
Penentuan Ma'ruf Amin mencontoh penentuan Tad Yasin saat berpasangan dengan Ganjar Pranowo yang elektabilitasnya sangat tinggi. Sepertinya Jokowi juga yakin elektabilitasnya sangat tinggi sehingga memilih Ma'ruf Amin yang berpotensi menurunkan elektabilitas namun bisa mendongkrak image bahwa Jokowi juga dekat dengan Islam, sehingga tetap akan menang walau tidak sebesar elektabilitas awal. Mudah-mudahan.
Prabowo juga mencontoh Sudirman Said di Jateng dari sisi elektabilitas. Dari tidak diperhitungkan bisa menanjak hingga memperoleh lebih dari 40% suara. Hanya saja karena Prabowo sudah lumayan elektabilitasnya maka model militansi para pejuang SS-Ida diharapkan mampu mendongkrak tajam perolehan suara. Mudah-mudahan.
Kok mudah-mudahan di kedua kubu? Ya kan memang turut mendoakan kan baik... Kok tidak memihak? Soal pihak memihak tidak harus menonjol di ruang publik, ????.
Btw Sandiaga membayar terlalu mahal untuk jadi Cawapres, bukan soal dia harus keluar dari Gerindra, tapi di bagian yang mengundurkan diri dari Wagub DKI. Buat Prabowo sebenarnya memilih Sudirman Said akan memberikan dampak yang sama dengan memilih Sandi dari sisi strategi pemenangan, namun Sandi memang punya kelebihan dari SS terutama dari sisi financing.
Jadi, mari ikuti perkembangannya. Mudah-mudahan Indonesia dapat memilih pemimpin yang benar-benar mendapatkan keberkahan dari Allah SWT. Deklarasi Capres dan Cawapres 2019

Walau tidak berkesan hiruk pikuk, koalisi pengusung Jokowi akhirnya memilih Ma'ruf Amin ketimbang Mahfud MD, dan dramatis. Betapa tidak? Sudah jahit baju, kirim CV dan menunggu di restoran dekat tempat deklarasi eh... Gak jadi.
Yang terkesan hiruk pikuk namun penuh kemantapan dilakukan Prabowo dengan memilih Sandiaga Uno, meminjam istilah Sudirman Said, punya daya saing: segar, muda santun... Ada dramatisnya juga karena lalu ada yang ragu berkoalisi walau tadinya bilang tanpa syarat.
Penentuan Ma'ruf Amin mencontoh penentuan Tad Yasin saat berpasangan dengan Ganjar Pranowo yang elektabilitasnya sangat tinggi. Sepertinya Jokowi juga yakin elektabilitasnya sangat tinggi sehingga memilih Ma'ruf Amin yang berpotensi menurunkan elektabilitas namun bisa mendongkrak image bahwa Jokowi juga dekat dengan Islam, sehingga tetap akan menang walau tidak sebesar elektabilitas awal. Mudah-mudahan.
Prabowo juga mencontoh Sudirman Said di Jateng dari sisi elektabilitas. Dari tidak diperhitungkan bisa menanjak hingga memperoleh lebih dari 40% suara. Hanya saja karena Prabowo sudah lumayan elektabilitasnya maka model militansi para pejuang SS-Ida diharapkan mampu mendongkrak tajam perolehan suara. Mudah-mudahan.
Kok mudah-mudahan di kedua kubu? Ya kan memang turut mendoakan kan baik... Kok tidak memihak? Soal pihak memihak tidak harus menonjol di ruang publik, ????.
Btw Sandiaga membayar terlalu mahal untuk jadi Cawapres, bukan soal dia harus keluar dari Gerindra, tapi di bagian yang mengundurkan diri dari Wagub DKI. Buat Prabowo sebenarnya memilih Sudirman Said akan memberikan dampak yang sama dengan memilih Sandi dari sisi strategi pemenangan, namun Sandi memang punya kelebihan dari SS terutama dari sisi financing.
Jadi, mari ikuti perkembangannya. Mudah-mudahan Indonesia dapat memilih pemimpin yang benar-benar mendapatkan keberkahan dari Allah SWT.